Monday, October 5, 2015

Proses Pembuatan Stainless Steel

Filled under:

Proses Pembuatan Stainless Steel

Anda tentu sudah mengenal apa itu stainless steel, ini adalah material yang terbuat dari baja anti yang anti karat. Stainless steel ini mengandung kurang lebih unsur 10,5% kromium, kandungan ini yang membuat proses korosi atau proses pengkaratan tidak berlaku pada bahan logam yang satu ini.  Kromium ini akan memberikan semacam perlindungan pada bahan baja ini atau protective layer  yang merupakan hasil dari oksidasi oksigen terhadap zat krom yang terjadi secara spontan. Stainless steel ini mempunyai kemampuan tahan karat dari lapisan film oksida kromium yang terbentuk. Ketika lapisan oksida ini terbentuk tentunya akan menghalangi proses oksidasi dari besi . Proses pelapisan seperti ini tentu saja berbeda ketika Anda melindungi beberapa logam dari proses korosi.

Kandungan unsur kimia dari stainless steel
Ada beberapa perpaduan bahan yang akan digunakan dalam membuat stainless steel ini, seperti baja, dll. Selain itu ada lagi bahan lainnya yang digunakan dalam membuat bahan logam ini, seperti Cromium. Kromium yang  biasanya digunakan adalah 10,5%, hanya sedikit yang menggunakan lebih dari 30% atau kandungan besinya kurang dari 50%. Stainless steel ini menjadi kuat dan tahan terhadap berbagai macam cuaca ini karena adanya tambahan krom sekitar 13%. Krom ini sendiri terbuat dari bahan yang tidak aktif, yaitu kromium III, Oksida Cr203 yang kemudian bertemu dengan Oksigen. Lapisan yang berhasil dibuat ini sangat tipis, sehingga tidak terlihat kasat mata, namun yang dapat Anda lihat adalah logam menjadi berkilau karena adanya lapisan ini. Ketika baja sudah terlapisi, maka logam ini akan menjadi tahan air, dan juga tahan terhadap udara. Kondisi seperti ini disebut juga dengan passivation, dan kondisi seperti ini juga dapat terjadi pada bahan logam lainnya seperti Titatium dan Allumunium.
Krom ini adalah bahan yang paling penting untuk dapat membuat logam terutama besi menjadi tahan terhadap karat. Namun selain itu ada juga beberapa tambahan lainnya seperti ;
-          Molibdenum (Mo) unsure ini bertujuan untuk memperbaiki daya tahan kososi pitting di dalam lingkungan klorida dan juga timbulnya korosi pada celah unsure karbon yang rendah.
-          Penstabil Karbida dimana didalamnya terdapat titanium dan niobium tujuanya adalah untuk menekankan agar tidak terjadi korosi pada butir material.Ditambahkannya kromium / Cr bertujuan untuk menigkatkan daya tahan terhadap korosi dengan cara terbentuknya lapisan oksida / Cr203, ini juga yang akan membuat bahan tahan terhadap oksidadi pada temperatur yang tinggi. 
-          Nikel / Ni juga ditambahkan untuk meningkatkan daya tahan terhada korosi sekaligus sebagai media untukmengkorosi secara netral atau lemah. Nikel juga dapat meningkatkan daya tahan terhadap korosi tegangan.
-          Allumunium / Al berfungsi untuk meningkatkan proses pembentukan lapisan oksida ketika temperature sedang tinggi.

Proses pembuatan stainless steel
Stainless steel ini adalah sebuah baja yang dipadukan dengan bahan-bahan lainnya, ini yang membuat bahan logam ini menjadi kuat dan tahan terhadap korosi, dan membuat warna logam ini juga terlihat mengkilap. Logam yang mempunyai ciri khas mengkilap dan bebas dari berbagai macam noda ini digunakan secara luas di dalam industry penerbangan dan juga digunakan dalam berbagai macam kebutuhan Anda sehari-hari, seperti peralatan rumah tangga, pagar,dll.
Adalah baja stainless metallurgically dimana baja yang digunakan akan dipadukan dengan kromium sebanyak 11%, logam seperti ini banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga dan industry lainnya. Itu karena logam ini tidak akan menimbulkan karat atau korosi seperti pada logam lainnya.  Perpaduan ini disebut juga dengan CRES atau baja tahan korosi. Setiap jumlah kromium yang digunakan akan membuat reaksi kimia yang berbeda pula, ini yang akan semakin mencegah oksidasi atau korosi di permukaan semakin dapat dihindari.
Stainless steel ini sendiri terdiri dari beberapa bahan seperti besi, karbon, krom, nikel, nitrogen dan mangan. 

Untuk membuat stainless steel terdiri dari beberapa macam proses :
1. Pertama-tama bahan baku yang berupa besi, krom, silikon, nikel, karbon nitrogen dan mangan akan dicairkan ke dalam tungku listrik, lama proses peleburan bahan-bahan ini setidaknya 8 sampai dengan 12 jam, dengan suhu panas yang konstan. 

2. Setelah itu campuran yang sudah dileburkan akan dimasukkan / dicetak ke dalam lempeng mekar atau dapat disebut juga dengan bilet. Proses ini dilakukan sebelum mengambil bentuk semi padat. Setelah itu besi baja ini kemudian dibuat ke dalam beberapa jenis, seperti pipa baik tubing maupun hollow, lembaran / plat, hot rolling bar, AS / Behel, plat strip, bentuk siku, dan lainnya. 

3. Pada kondisi seperti ini stainless akan menggunakan anil, untuk membuat logam ini dapat diatur dengan tekanan internal dan dapat melunak kemudian dapat diperkuat. Untuk membuat sebuah stainless steel ini diperlukan pemantauan yang berkala agar proses pematangan atau pengerasan bahan logam ini baik. Proses pemanasan dan juga proses pendinginan harus diperhatikan dengan baik, agar dapat menciptakan sebuah logam yang berkualitas dan tentunya juga kuat. Sifat keras atau tidak logam tersebut terbentuk dari suhu yang dibuatnya, seperti jika suhu pada proses pembuatan logam rendah, tentunya akan menghasilkan bahan yang kuat namun cenderung patah. Berbeda ketika menggunakan suhu yang tinggi maka akan menghasilkan bahan dengan kualitas rendah namun cenderung kuat. Panas atau tidak suhu yang digunakan ketika akan membuat bahan logam ini, akan membuat grade yang dihasilkan berbeda-beda.

4. De-scaling juga diperkenalkan dalam membuat stainless steel ini, ini adalah proses produksi yang menggunakan waktu yang berbeda, dan juga tergantung pada baja yang akan dihasilkan. Untuk membentuk bar dan juga kawat akan menggunakan tambahan rolling panas, kemudian proses penempaan dan juga pengekstruksi. Setelah melalui panas tertentu maka bahan lembaran dan juga kawat akan melalui proses anil.
Proses cutting juga sagat penting dalam proses pembuatan logam ini, terutama untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

5. Kemudian sampai pada proses pemotongan dengan menggunakan pisau yang disebut dengan Guillotine dan juga bilah baja yang mempunyai kecepatan tinggi untuk blanking, dan juga memotong serangkaian lubang dengan cara bertumpuk. Stainless juga dapat dipotong dengan menggunakan metoda pemotongan api, ini adalah sebuah proses pemotongan menggunakan api yang dihasilkan oleh oksigen, propane dan bubuk besi. Jet pemotong plasma akan menggunakan kolom gas yang telah terionisasi dan mencair setelah itu logam akan dapat dipotong dengan baik. 

6. Setelah tahap ini selesai, maka langkah terakhir yang akan dilakukan adalah proses pembuatan stainless steel, untuk itu penting untuk membuat permukaan logam menjadi halus dan juga reflektif. Pada tahap akhir ini akan membuat logam ini tahan terhadap korosi, dan membuat bahan jadi, dan siap untuk digunakan dalam berbagai macam sektor industry.
Pada tahap akhir ini dibuat melalui panas rolling yang cenderung menekan, setelah itu penempaan dan ekstruksi. Setelah itu akan masuk pada tahap pengelasan, dan diubah menjadi bentuk yang diinginkan. Dalam proses ini seluruh kegiatan akan dimonitor, setelah itu materi yang berhasil dibuat pun akan diperiksa, terutama dalam sifat mekanik agar bahan logam ini dapat bertahan lama.





Sifat dari stainless steel
Stainless steel ini juga dikenal dengan nama CRES, baja inox  atau disebut juga baja tahan korosi, sedangkan bahan untuk membuat baja sendiri adalah besi, nikel, krom,karmon, molybdenum dan beberapa logam lainnya. Bahan-bahan ini digunakan dalam berbagai macam berat.  Khusus untuk stainless steel sendiri bahan krom tidak boleh kurang dari 11%. Selain itu bahan logam yang satu ini mempunyai sidat fisik yang unik, seperti ;
-          Zat yang keras kuat dan juga keras.
-          Bukan sebagai konduktor atau penghantar panas yang baik.
-          Mempunyai kekuatan yang tinggi, dengan begitu maka bahan logam yang satu ini dapat dibentuk atau dibengkokan dengan mudah.
-          Bahan logam yang satu ini dapat dibuat sebagai magnet, karena sedikit mengandung magnet.
-          Tahan terhadap adanya korosi.
-          Bahan ini tidak dapat teroksidasi dengan mudah.
-          Stainless steel ini dapat bertahan lama dibandingkan dengan logam manapun.
-          Dalam suhu panas sekalipun bahan logam yang satu ini dapat mempertahankan kekuatannya terhadap oksidasi dan juga korosi.
-          Ketika mencapai temperatur cryogenic, bahan metal ini tetap tidak berubah.

Sifat kimia dari stainless steel
Logam yang satu ini adalah logam yang paling disukai oleh para wanita, karena paling ramah terhadap berbagai macam peralatan dapur. Logam ini tahan lama, tidak mudah korosi dan juga tidak akan mempengaruhi rasa pada makanan. Selain itu permukaan logam stainless steel yang mengkilap juga mudah dibersihkan. Bahan logam yang satu ini memang terbuat dari beberapa macam bahan seperti Besi, krom,  dll. Bahan utama dalam membuat bahan ini adalah besi, seperti Anda ketahuibahwa besi mudah sekali berkarat, sedangkan karat pada besi dihasilkan oleh reaksi oksigen ketika akan berhadapan dengan air. Sedangkan kromium adalah sebuah lapisan transparant dan termasuk ke dalam kromium oksida, yang dapat mecegah kerusakan materi secara mekanik dan kimia. Bahan lainnya yang juga termasuk ke dalam stainless steel ini adalah nikelm molybdenum dan nitrogen. Kandungan nikel yang kecil dapat meningkatkan daya tahan terhadpa korosi. Pitting atau jaringan parut juga dapat dihindari dengan adanya bahan molybdenum .    
  Untuk lebih meningkatkan struktur baja itu sendiri maka ditambahkan beberapa unsur kimia lainnya,seperti tembaga, titanium dan vanadium. Selain logam ada juga bahan lain yang digunakan untuk membuat bahan ini yaitu nitrogen, silicon dan karbon.
Adanya sifat-sifat kimia seperti ini tentunya akan membuat korosi pada baja stainless steel tidak akan terjadi.

Keuntungan menggunakan baja stainless steel
Ada beberapa macam keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika menggunakan bahan stainless steel ini seperti ;
1.     Tahan terhadap korosi
Campuran berbagai macam bahan logam dan non logam yang baik, akan dapat membuat logam yang satu ini menjadi tahan terhadap korosi, baik itu dari asam, larutan alkaline, klorida, dan berbagai macam penghasil korosi lainnya.
2.     Tahan terhadap suhu tinggi dan rendah
Logam ini juga dapat bertahan di dalam suhu yang rendah dan juga dapat bertahan dalam suhu yang tinggi.
3.     Proses pembuatan yang mudah
Proses pembuatan bahan ini juga tergolong lebih mudah.
4.     Daya
Sifat baja ini memang keras, namun sengaja dirancang untuk tidak tebal, agar dapat mengurangi beban berat.
5.     Estetika
Karena baja-baja ini dilapisi oleh crom maka permukaan logam ini menjadi lebih mengkilap, dan tentunya akan mudah dan bagus untuk dilihat.  

4 komentar:

  1. terimakasih informasinya pak sangat membantu saya yang bergerak dalam bidang pembuatan trolley stainless, jika anda berkenan melihat produk kami silahkan Klik disini

    ReplyDelete
  2. Makasih Gan.Tapi masih ingin tanya nih. Bagaimana proses pembentukan stainless steel shg menjadi bahan dasar perhiasan, misalnya jam tangan, menjadi berwarna kuning/gold.

    ReplyDelete
  3. Makasih Gan.Tapi masih ingin tanya nih. Bagaimana proses pembentukan stainless steel shg menjadi bahan dasar perhiasan, misalnya jam tangan, menjadi berwarna kuning/gold.

    ReplyDelete